Pariwisata 

Lebaran Betawi Pondok Melati, Tradisi Budaya Bekasi Harus Dijaga Kelestariannya

Bisnismetro, PONDOK MELATI BEKASI — Bulan Syawal hampir berakhir, namun suasana lebaran masih sangat terasa di Kampung Sawah, Jatimurni, Pondok Melati. Komunitas Orang Bekasi (KOASI) menyelenggarakan acara bertajuk Lebaran Betawi Pondok Melati di Lapangan Masjid Al-Jauhar Yasfi, Kampung Sawah, Jatimurni, Pondok Melati, Sabtu(5/8/2017).

Acara Lebaran Betawi Pondok Melati ini memadukan kegiatan budaya Betawi, Kuliner dan Religi. Kegiatan dimulai dengan pawai oleh seluruh peserta Lebaran Betawi dengan nama Ngarak Barong dimana tradisi keluarga muda yang akan berlebaran ke orang tuanya. Yang menarik, arakannya diringi dengan musik tradisional dan ondel-ondel.

Pada gelaran Lebaran Betawi ini selain karnaval budaya Ngarak Barong juga ditampilkan berbagai pentas seni dan budaya. Nilai ekonomis masyarakat turut meningkat dengan diadakannya bazar, pedagang kerak telor dan makanan lainnya.

Rombongan Ngarak Barong yang membawa penangan tersebut selanjutnya menuju suatu tempat yang sudah ditentulan, biasanya menuju pelataran rumah tokoh masyarakat atau tanah lapang untuk menyerahkan dan meletakkan seluruh hadiah yang diperoleh di sepanjang perjalanan.

Kemudian seorang ulama memberikan wejangan dan selanjutnya membacakan doa selamat dan diamini oleh masyarakat yang hadir. Setelah itu, setiap orang boleh mengambil dan memakan penangan sesuai selera. Sementara itu musik pengiringi tabuhan bedug terus bergema sampai upacara selesai.

Dalam prosesinya, sepasang muda mudi

Ket. Gambar: Sepasang muda-mudi ke atas panggung dan menghadap tamu menyerahkan bawaan dalam cepu sebagai tanda ucapan terima kasih dan penghormatan. (Foto:Yuni)

berpakain adat Betawi dengan kawalan jawara, membawa cepu sebagai wadah menampung kue, buah dan penangan ringan dari warga sekitar yang dilalui rombongan Ngarak Barong. Hal ini sebagai tanda rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan karena mengikuti Lebaran tahun ini dengan rasa tenang dan berkecukupan.

 

Dalam rombongan tersebut turut pula sepasang Barong, orang/patungan/boneka yang dirias dan memakai kedok/topeng dengan karakter wajah yang tidak lazim (seram, menakutkan) sebagai perwujudan dari mahluk astral yang fungsinya sebagai pengawal dan penolak bala gangguan maupun kejahatan atas berjalannya prosesi tersebut.

Berbagai stand makanan khas betawi seperti kerak telor, bir pletok, ornamen sepeda onthel, nasi ulam, asinan betawi, uli-tape ketan, rengginang, akar kelapa, kue duit, kembang goyang, dan macam kuliner lainnya mengisi kemeriahan acara Lebaran Betawi. Selain itu juga ada pameran foto jadul dan ngaduk dodol.

Ket. Gambar: Waki Ketua DPRD Heri Koswara pada dialog di panggung utama bersama anggota DPRD Fraksi Demokrat Sodikin dan budayawan Ridwan Saidi yang dipandu Aki Maja. (Foto:Yuni)

Namun di tahun kedua pagelaran acara ini anggarannya masih berasal dari patungan, sumbangan maupun donatur dari pihak-pihak yang peduli dengan khasanah budaya Betawi. Tak heran apabila kreator pagelaran ini, Majayus Irone atau Aki Maja berharap Pemerintah Kota Bekasi turun tangan untuk berpartisipasi pada acara tahun depan.

Gayung bersambut. Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Heri Koswara berjanji akan mengalokasikan anggaran APBD buat acara Lebaran Betawi pada tahun depan. Menurutnya, Lebaran Betawi yang mengusung konsep Ngarak Barong ini adalah aset budaya bangsa, aset budaya Bekasi.

“Lebaran Betawi dengan konsep budaya Betawi ini aset bangsa, aset budaya Bekasi. Budaya lokal akan habis tergerus budaya impor. Supaya khasanah budaya tidak hilang salah satu mempertahankan tradisi budaya,” ujar Heri pada dialog di panggung utama bersama anggota DPRD Fraksi Demokrat Sodikin dan budayawan Ridwan Saidi yang dipandu Aki Maja.

Menurut Heri, pada 2014, DPRD sudah susun dan telah diparipurnakan Peraturan Daerah tentatang Pelestarian Cagar Budaya Bekasi. Tugas dan wewenangnya adalah menunbuhkembangkan cagar budaya Bekasi.
Anggota DPRD Fraksi Demokrat, Sodikin menambahkan bahwa aset budaya ini adalah khasanah kekayaan yang tidak akan hilang bila kita semua terlibat. Oleh karena itu, ia bersama Wakil ketua DPRD berjanji akan mengalokasikan anggaran APBD buat penyelenggaraan Lebaran Betawi tahun depan. “Saya sudah berbicara dengan Pak Heri, bahwa tahun depan kegiatan (Lebaran Betawi) ini akan kita anggarkan dalam APBD,” janji Sodikin.

Hal senada disampaikan perwakilan dari Pemkot Bekasi, Karya Kusuma Jaya yang akan menyampaikan aspirasi supaya kegiatan Lebaran Betawi ini dialokasikan dalam APBD.
“Pelestarian budaya dan akar sejarah yang di Bekasi harus berkesinambungan. Pemkot akan memfasilitasi kegiatan ini dengan menggunakan anggaran APBD,” katanya seraya menjanjikan akan memasukan tradisi ini sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah. (Yuni)

Related posts

Leave a Comment