Peristiwa 

Jurnalis Kenamaan India Ditembak Orang Tak dikenal, Sama Dengan Pembunuhan Demokrasi

Bisnis Metro, JAKARTA – Seorang jurnalis kenamaan India yang dikenal kritis terhadap politik nasionalis Hindu ditembak mati di negara bagian Karnataka wilayah barat daya India.

Gauri Lankesh ditemukan tergeletak tak bernyawa di luar rumahnya di kota Bangalore. Kepala dan dada wanita berusia 55 tahun ini ditembak oleh sejumlah orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor.

Menurut informasi yang didapatkan pihak kepolisian India, Lankesh pulang ke rumahnya dengan mobil dan bermaksud membuka gerbang rumah ketika penembakan itu terjadi.

Pihak kepolisian masih belum menemukan motif di balik pembunuhannya dan membuka penyelidikan atas kasus ini. Ada dugaan bahwa tindak tanduk Lankesh telah diawasi orang-orang bersenjata tersebut.

Kematian perempuan yang juga dikenal kontribusinya untuk surat kabar The Times of India ini dikutuk banyak pihak. Menteri negara bagian Karnataka, Siddaramaiah, menyebutnya sebagai ‘pembunuhan terhadap demokrasi’.

Lahir dari keluarga terkemuka di India, Lankesh yang kemudian menjadi editor surat kabar mingguan Lankesh Patrike, diketahui sebagai jurnalis yang tak kenal takut dan tak segan berbicara apa adanya.

“Saya percaya pada demokrasi dan kebebasan berekspresi, dan karenanya, saya juga terbuka terhadap kritik. Orang-orang bisa saja menyebut saya anti-BJP atau anti-Modi, jika mereka mau. Mereka bebas memiliki pendapat sendiri, seperti halnya saya,” ungkap Lankesh pada suatu kesempatan, seperti dikutip dari laman BBC News, Rabu (6/9/2017).

Dalam suatu wawancara dengan Narada News tahun lalu, Lankesh mengkritik Bharatiya Janata Party (BJP), sebuah partai politik nasionalis di India, sebagai kelompok politik yang fasis dan komunal.

Pembunuhan terhadap Lankesh menjadi peristiwa terkini dari serangkaian pembunuhan sekularis atau rasionalis terhadap sejumlah tokoh dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Malleshappa Kalburgi, aktivis Narendra Dabholkar, dan politisi Govind Pansare.

Para aktivis India mengungkapkan bahwa kelompok nasionalis Hindu radikal semakin menargetkan jurnalis di India.

“Serangan terhadap sejumlah penulis jelas terjadi karena mereka mampu mencetak opini publik. Ada pola dalam serangan itu yakni dengan sepeda motor kemudian membunuh dan lenyap,” ujar K Marulasiddappa, seorang penulis di India.

“Tidak mungkin ada alasan pribadi yang dikaitkan dengan kematiannya [Lankesh] karena dia tidak memiliki musuh pribadi. Jadi, kemungkinannya hanya bersifat politis,” lanjutnya.

India menempati posisi 136 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2017. (Red/Edr)

sumber:bisnis.com

Related posts

Leave a Comment