Peristiwa 

Setelah Kebakaran Pabrik Mercon, Kemnaker Baru Akan Bentuk Tim Evaluasi K3

Bisnis Metro, TANGERANG –Kementerian Ketenagakerjaan segera membentuk tim evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3) di perusahaan yang menggunakan bahan berbahaya, pasca kebakaran di pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang.

Rilis Humas Kemnaker yang diterima Senin (30/10) pagi menyebutkan, tugas tim ini nantinya adalah memastikan pemenuhan standar K3 di industri yang menggunakan bahan berbahaya.

Pembentukan tim itu atas instruksi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri setelah melakukan kunjungan ke lokasi pabrik yang terbakar itu, Ahad kemarin .

 

Ahad sore, Menaker melakukan pemeriksaan ke lokasi PT. Panca Buana Cahaya Sukses. Turut mendampingi adalah Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, Bupati Tengerang Ahmed Zaki Iskandar, Kapolres Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan.

 

Usai melakukan pemeriksaan lokasi, Menaker melihat adanya dugaan kuat pelanggaran K3 pada pabrik tersebut.

“Tidak terpenuhinya standar K3 di pabrik, seperti tidak adanya jalur evakuasi, tak memadainya sarana dan prasarana K3 di pabrik dan sebagainya,” jelas Menaker.

PELANGGARAN JAMSOS

Selain itu, ada juga pelanggaran lain seperti adanya pekerja anak, hanya sebagian pekerja didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, masalah kontrak kerja, pengupahan dan sebagainya. Dari jumlah 103 orang pekerja, hanya 27 pekerja yang didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan.

Terkait pelanggaran perusahaan terhadap norma-norma K3 dan norma ketenagakerjaan lain, pengawas ketenagakerjaan akan mendalami dan menindaklanjutinya secara tegas dan profesional.

“Tak ada kata main-main untuk pelanggaran ketenagakerjaan. Apalagi menyangkut nyawa dan nasib pekerja,” kata Menteri Hanif menegaskan.

Pabrik kembang api PT. Panca Buana Cahaya Sukses terbakar pada Jumat 27 Oktober 2017. Kebakaran yang disertai ledakan mengakibatkan 48 orang tewas, 46 luka-luka. Sebagian di antaranya dalam kondisi kritis. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RS. Bun, RSUD Tangerang dan RS Ciputra. (Red/edr)

Related posts

Leave a Comment