Kuliner 

Menikmati Nuansa Batavia di Warung Koffie Batavia

Bisnis Metro, JAKARTA — Warung Koffie Batavia, kenalkan kopi Indonesia melalui kampanye, salah satunya dengan pemakaian arti nama dari brand- nya sendiri. Aditya CEO Warung Koffie Batavia OPCO Indonesia menjelaskan kenapa ada kata ‘Batavia’, karena awal mula kopi masuk melalui wilayah Batavia (saat ini menjadi Ibu Kota Jakarta) banyak pedagang datang dan mereka kemudian menanam dan mengembangkan kopi, hal inilah banyaknya influence datang dari Belanda dan cina peranakan.

Memadukan beberapa budaya yang tidak meninggalkan ciri khas dari budaya Indonesia yang menjadikan cafe ini memiliki konsep yang sangat berbeda dari yang lain. Dalam ruangan tampak tulisan besar dengan kalimat bahasa Belanda ‘De Branderij Van Kwaliteitskoffie’, yang artinya memanggang kopi yang berkualitas.

Cafe ini menyediakan signature koffie yaitu koffie tubruk (Rp35 ribu), koffie peranakan hot/ice, koffie peranakan jahe. Ada pula premium koffie misalnya, robusta, finest blend, luwak dan arabica. Dibanderol dari Rp35 ribu sampai Rp125 ribu.

Tidak hanya itu, cafe ini juga menyajikan hidangan makanan yang juga memiliki unsur Indonesia, Batavia dan Cina, misalnya nasi goreng, nasi uduk, gado-gado, nasi kuning, lontong cap go meh, soto betawi, dan sebagai pelengkap ada pula menu dessert misalnya, poffertjes, tape goreng keju, martabak manis, kue cubit. Dengan range harga dari Rp29 ribu sampai Rp99 ribu.

Warung Koffie Batavia yang saat ini memiliki 10 cabang yang berada di beberapa kota seperti Balikpapan, Surabaya, Makassar, Bali, Jambi, dan Pekanbaru. Kabarnya di 11 Desember 2017, akan membuka cabang yang ke- 11 di wilayah Kelapa Gading, Jakarta. Tidak hanya itu saat ini Warung Koffie Batavia telah melakukan perluasan lini bisnis yaitu beans, yang sudah di ekspor sampai negara Hongkong. (Red/Nva)

Related posts

Leave a Comment