Feature Kuliner 

Tjendol Hejohejo Simbol Kreatifitas Kids Zaman Now

Bisnis Metro, JAKARTA — Bagi kaula muda maupun tua tentunya sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata cendol. Ya, betapa tidak, minuman khas Indonesia tersebut sudah menjadi satu brand yang tak bisa lepas dari memori masyarakat Indonesia dari sejak baheula.

Disamping mudah menjumpainya, cendol juga memiliki citarasa tersendiri dibandingkan jenis minuman lainnya. Cendol yang dulu identik dengan minuman yang hanya bisa di nikmati wong cilik kini minuman khas Indonesia itu digemari oleh berbagai strata masyarakat (berdasarkan status ekonomi) dan genre (berdasarkan usia).

Ditengah gempuran berbagai macam merek minuman bercita rasa import, cendol mampu bertahan dan tak lekang ditelan waktu.

Harus diakui memang, banyak pengusaha-pengusaha lokal jarang sekali mengangkat kuliner negerinya sendiri untuk dijadikan satu fokus bisnis usahanya, entah karena gengsi atau karena malu mengangkat kuliner khas negerinya seperti cendol ini.

Pengin bukti? kita lihat saja misalnya disetiap stand-stand yang berderet di tempat-tempat yang orang desa mengiggil ketika menginjakkan kakinya (Mall-Mall) nyaris semua stand-stand tersebut menjajakan kuliner khas import atau negeri orang. Sebut saja, starbuck, KFC, dan lain sebagainya.

Tapi lain halnya bagi seorang anak muda satu ini dalam melihat peluang bisnis kuliner di era zaman now. Ya dialah anak muda bernama Ismirsyaf Arbi, seorang sarjana politik lulusan universitas swasta terkemuka di Jakarta yaitu Universitas Al Alazhar. Arbi mengaku tidak malu terjun atau menggeluti dunia usaha meskipun dirinya seorang lulusan sarjana politik. Saat ini Arbi tengah fokus diusaha kuliner tepatnya cendol.

Arbi menegaskan alasan dirinya fokus diusaha cendol tak lain sebagai upaya melestarikan warisan nenek moyang bangsa ini dan Arbi juga ingin mengatakan pada dunia bahwa cendol adalah simbol kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

“Awalnya saya terinspirasi dari kuliner-kuliner asal negeri orang. Ya kuliner-kuliner dari negeri orang itu sebenarnya sama dengan kuliner yang ada di negeri kita. Sama sama kuliner yang dibuat rakyat, namun mereka mampu mengemasnya dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Sehingga terlihat modern. Nah, darisitulah saya tergerak hati dan pikiran ini untuk mengangkat kuliner khas Indonesia agar bisa seperti kuliner buatan orang asing. Setelah saya melakukan shalat Istikharah, saya putuskan fokus bisnis saya yaitu minuman cendol,” papar Arbi.

Selain dapat petunjuk dari Illahi akan fokus bisnisnya, Ia bercerita, dibangunnya bisnis ini berawal dari kegemarannya mencicipi makanan/minuman street food bersama partner bisnisnya. Kemudian ia memutuskan memilih es cendol karena minuman ini selalu ada dari zaman ke zaman, serta layak diperkenalkan di market modern seperti mall.

Lebih lanjut Ismirsyaf menjelaskan, usaha minuman cendol yang saat ini digelutinya berbeda daripada yang lain,

“Kalau di jalan, minuman cendol itu biasanya disajikan pakai santan, gula merah, es dan cendol. Tapi di kita berbeda. Lebih kekinian dan berbahan baku sehat,” kata Arbi.

Minuman bercita rasa manis dan segar ini terbuat dari bahan baku yang berkualitas dan sehat, seperti cendol yang menggunakan rumput laut, pandan dan daun suji.

 

~ Signature Drink Hejo hejo Tjendol

• Original Almond Cendol
Disajikan menggunakan susu almond, es dan gula merah cair. Patut dicoba rasa manisnya yang pas sangat cocok bagi orang tua yang tidak menyukai manis yang berlebihan. Dibanderol seharga Rp25 ribu/ cup (250 ml).

Adapun cita rasa lainnya seperti Thai Tea, Green Tea Cendol, Milo Coffee Cendol, Soy Milk Cendol, dibanderol seharga Rp 25 ribu sampai Rp35 ribu /cup.

Yang menariknya minuman ini menggunakan topping sebagai pelengkapnya yang bisa dipilih customer misalnya, durian, avocado, jackfruit, aloe, tapai dan nata.

Arbi mengungkapkan, Hejohejo Tjendol membuka tawaran kemitraan dengan 3 jenis investasi yang ditawarkan yaitu pertama konsep ‘Kitchen’ ( selain menyajikan minuman cendol juga dilengkapi varian menu makanan ringan) paket tersebut bernilai Rp90 jutaan, yang kedua konsep express menjual minuman dan snack, paket ini bernilai Rp50juta, yang terakhir, Booth seharga 20jutaan.

Arbi beharap kedepannya tidak hanya saya saya sebagai anak muda yang ingin membuat perubahan dengan sistem baru, tapi mengajak generasi muda Indonesia untuk bergerak membangun bisnis produk lokal. yang juga membuka lapangan kerja baru

“Minimal dengan usaha ini saya bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” tutupnya. (Red/Yuni)

Related posts

Leave a Comment